Selasa, 21 Oktober 2025

Peran Kementerian Keuangan dalam Mewujudkan Visi Indonesia Maju melalui Transformasi Keuangan Negara

 

Peran Kementerian Keuangan dalam Mewujudkan Visi Indonesia Maju melalui Transformasi Keuangan Negara

Oleh : Sri Handayani, M.Pd

Pendahuluan

     Setiap bangsa memiliki cita-cita besar untuk mencapai kesejahteraan rakyatnya. Indonesia, dengan segala kekayaan alam dan keberagaman budayanya, terus berupaya mewujudkan visi menjadi negara maju, mandiri, dan berkeadilan sosial. Cita-cita besar tersebut tidak dapat dicapai tanpa tata kelola keuangan negara yang baik, transparan, dan bertanggung jawab. Dalam konteks inilah, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki peran strategis sebagai pengelola utama keuangan negara yang bertugas memastikan setiap rupiah digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

     Kementerian Keuangan tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengumpulan pendapatan negara dan penyusunan anggaran, tetapi juga menjadi motor penggerak stabilitas ekonomi nasional. Melalui kebijakan fiskal yang tepat, pengelolaan utang yang hati-hati, serta dukungan pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan, Kemenkeu memastikan roda pemerintahan dan pembangunan dapat terus berjalan secara efektif.

     Di tengah dinamika global yang cepat berubah, tantangan ekonomi, dan transformasi digital, Kemenkeu terus beradaptasi dan berinovasi. Dengan mengusung semangat “Wujudkan Mimpi Kita untuk Indonesia,” Kemenkeu mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta berkontribusi dalam menjaga keuangan negara, karena keberhasilan pembangunan adalah hasil kerja bersama seluruh anak bangsa.

Menjaga Keuangan Negara untuk Kemakmuran Rakyat

    Pengelolaan keuangan negara merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan nasional. Setiap tahun, Kementerian Keuangan menyusun dan melaksanakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama kebijakan fiskal. APBN menjadi dasar dalam pelaksanaan program-program pemerintah, mulai dari pembangunan infrastruktur, penyediaan pendidikan dan kesehatan, hingga bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

     Di sisi lain, Kemenkeu melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bertugas menghimpun pendapatan negara. Pajak, bea, dan cukai merupakan sumber utama pembiayaan pembangunan. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak menjadi hal penting agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

     Melalui inovasi layanan digital, Kemenkeu mempermudah masyarakat dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Sistem administrasi berbasis teknologi membuat proses pelaporan dan pembayaran pajak menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, masyarakat dapat berkontribusi secara langsung terhadap kemajuan bangsa melalui pajak yang dibayarkan.

     Selain itu, Kemenkeu juga berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di masa krisis. Ketika pandemi COVID-19 melanda, misalnya, Kemenkeu berada di garis depan dalam merancang kebijakan fiskal yang responsif. Berbagai program pemulihan ekonomi, bantuan sosial, serta dukungan kepada dunia usaha dan sektor kesehatan menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat.

 

Transformasi Digital dan Penguatan Tata Kelola

     Transformasi digital menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Keuangan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan negara. Pemanfaatan teknologi informasi memungkinkan proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan anggaran dilakukan secara lebih efisien dan terintegrasi. Hal ini juga memperkuat transparansi serta meminimalkan potensi penyimpangan.

     Melalui berbagai platform digital, Kemenkeu membuka akses yang lebih luas bagi publik untuk mendapatkan informasi terkait keuangan negara. Inovasi ini merupakan wujud komitmen Kemenkeu dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance) dan pelayanan publik yang prima.

    Di lingkungan internal, Kemenkeu terus memperkuat budaya kerja berbasis nilai-nilai BerAKHLAK — yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai ini menjadi pedoman moral seluruh pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan semangat profesionalisme dan integritas, insan Kemenkeu diharapkan mampu menjadi teladan bagi aparatur negara lainnya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Kolaborasi dan Partisipasi untuk Indonesia Maju

     Mewujudkan Indonesia yang maju tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Kementerian Keuangan menyadari pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak: masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan generasi muda. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

     Partisipasi masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, seperti membayar pajak tepat waktu, mendukung program pemerintah, menggunakan produk dalam negeri, serta ikut mengawasi penggunaan anggaran publik. Dunia usaha berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja dan inovasi melalui investasi yang produktif, sementara lembaga pendidikan berperan dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang memahami pentingnya literasi keuangan.

     Kemenkeu juga berupaya menumbuhkan kesadaran finansial sejak dini melalui berbagai kegiatan edukatif, seperti program Kemenkeu Mengajar dan Financial Education Outreach. Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap pengelolaan uang negara kepada generasi muda, agar kelak mereka menjadi warga yang berintegritas dan cinta tanah air.

Penutup

     Cita-cita besar Indonesia untuk menjadi negara maju dan sejahtera bukanlah hal yang mustahil. Dengan pengelolaan keuangan negara yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat, Kementerian Keuangan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga fondasi ekonomi nasional.

     Namun, keberhasilan itu tidak dapat diraih tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah dan rakyat harus berjalan beriringan, saling percaya, dan bekerja sama dalam menjaga serta mengoptimalkan keuangan negara.

     Semangat “Wujudkan Mimpi Kita untuk Indonesia” adalah ajakan bagi seluruh bangsa untuk berpartisipasi aktif, tidak hanya bermimpi tetapi juga bertindak nyata. Setiap rupiah pajak yang dibayarkan dengan jujur, setiap langkah kecil dalam mendukung ekonomi nasional, dan setiap sikap integritas yang dijaga adalah bagian dari perjalanan besar menuju Indonesia yang kuat, berdaulat, dan sejahtera.

    Bersama Kementerian Keuangan, mari kita terus berkontribusi dalam mewujudkan mimpi bersama—mimpi tentang Indonesia yang maju, mandiri, dan menjadi kebanggaan dunia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Badan Pusat Statistik. 2024. Indikator Ekonomi Indonesia 2024. Jakarta: BPS RI.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. 2023. Laporan Tahunan DJBC 2023: Customs and Excise for Sustainable Future. Jakarta: DJBC Kementerian Keuangan RI.

Direktorat Jenderal Pajak. 2023. Laporan Tahunan DJP 2023: Kolaborasi untuk Indonesia Tangguh. Jakarta: DJP Kementerian Keuangan RI.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 2022. Transformasi Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Keuangan. Jakarta: Biro Organisasi dan Tata Laksana Kemenkeu RI.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 2023. APBN Kita: Kinerja dan Fakta. Edisi Desember 2023. Jakarta: Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu RI.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 2023. Kemenkeu Mengajar: Menanamkan Nilai Integritas dan Cinta Tanah Air Sejak Dini. Siaran Pers No. 154/HUMAS/2023. Jakarta: Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu RI.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 2024. Laporan Kinerja Kementerian Keuangan Tahun 2023. Jakarta: Kemenkeu RI.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 2024. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2024 (Semester I). Jakarta: Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu RI.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. 2021. Core Values ASN BerAKHLAK dan Employer Branding ASN Bangga Melayani Bangsa. Jakarta: KemenPAN-RB.

World Bank. 2023. Indonesia Economic Prospects: Investing in the Future. Washington DC: The World Bank Group.

 

 

 

Lingkunganku Bebas Bullying: Membangun Keharmonisan dan Rasa Aman

 

Lingkunganku Bebas Bullying: Membangun Keharmonisan dan Rasa Aman

Oleh : Sri Handayani, M.Pd

 

Peristiwa bullying yang terjadi di lingkungan pendidikan entah itu pada siswa akhir-akhir ini menjadikan dilema di kalangan dunia pendidikan. Apalagi saat melihat ataupun mengalami kejadian itu. Perasaan prihatin merasuk sanubari ketika siswa menangis memendam rasa sakit berkepanjangan.

Saat siswa mengerjakan tugas kelompok dan harus mengelompok tetapi ada siswa yang tidak mendapatkan kelompok. Setelah ditelusuri karena faktor ekonomilah, kurang rajinlah, ataupun sifat yang tidak disukai teman-temannya. Dengan Kejadian seperti itu ternyata dapat menggores hati dan pikiran si korban walaupun tidak terlihat sepenuhnya. Setelah ditanyai secara detail ke korban memang berpengaruh terhadap psikis. Sepulang sekolah perasaan sakit mampu mengeluarkan air mata membuat orangtua merasa kecewa dan trenyuh melihat seperti itu.

Melihat seseorang mengalami bullying adalah pengalaman yang tidak menyenangkan, baik bagi korban maupun bagi orang yang menyaksikannya. Saat itu terjadi di sekolah saya, saya merasakan campuran emosi yang sulit dijelaskan. Berikut adalah cerita saya ketika menjadi saksi dari kejadian tersebut.

Pada suatu hari ketika jam istirahat, saya sedang duduk di depan kantor guru bersama beberapa teman. Kami sedang asyik bercanda dan berbagi cerita, ketika tiba-tiba perhatian kami teralihkan oleh suara keras dari sekelompok siswa di sudut taman. Mereka tampak mengelilingi seorang siswa yang lebih muda dan lebih kecil.

Siswa tersebut, sebut saja namanya Budi, tampak ketakutan dan tidak tahu harus berbuat apa. Kelompok siswa yang mengelilinginya mulai melemparkan kata-kata yang tidak pantas, mengejek penampilan fisik Budi, dan bahkan ada yang mencoba mendorongnya. Situasi itu membuat suasana menjadi tegang dan tidak nyaman.

Sebagai saksi, saya merasa tidak berdaya sejenak. Ada perasaan marah, sedih, dan simpati bercampur menjadi satu. Teman-teman saya dan saya saling berpandangan, tahu bahwa kami harus melakukan sesuatu. Kami memutuskan untuk mendekati kelompok tersebut dan mencoba mengintervensi.

Kami berjalan mendekati kelompok itu dan dengan tenang meminta mereka untuk berhenti. Kami mencoba berbicara dengan pemimpin kelompok dan menjelaskan bahwa tindakan mereka salah dan bisa berdampak buruk pada Budi. Beruntung, pendekatan kami berhasil. Mereka akhirnya pergi meninggalkan Budi sendirian.

 

Setelah itu, kami mengobrol dengan Budi, memastikan dia baik-baik saja, dan menemaninya hingga jam istirahat berakhir. Kami juga mendorongnya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada guru atau konselor sekolah agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Kejadian ini mengajarkan saya dan teman-teman bahwa penting untuk tidak diam ketika melihat ketidakadilan terjadi. Setiap orang bisa berperan dalam menghentikan bullying, meskipun hanya dengan memberikan dukungan kepada korban. Selain itu, kami belajar bahwa melaporkan kasus bullying kepada pihak yang berwenang adalah langkah penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Pengalaman ini juga mengingatkan kami tentang pentingnya empati dan saling menghormati satu sama lain, sehingga lingkungan sekolah bisa menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua orang.

Bullying adalah masalah yang sudah lama ada dan dapat ditemukan hampir di setiap lingkungan, baik di sekolah, tempat kerja, maupun komunitas. Namun, menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying bukanlah hal yang mustahil. Dengan upaya bersama, kita bisa membangun komunitas yang harmonis dan aman bagi semua orang.

Dampak Negatif Bullying/Perundungan

Perundungan atau bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan untuk menyakiti atau mengintimidasi orang lain. Meskipun sering dianggap sebagai bagian dari masa sekolah yang biasa, perundungan memiliki dampak negatif yang serius bagi semua pihak yang terlibat, baik korban, pelaku, maupun saksi. Berikut adalah beberapa dampak negatif dari perundungan:

Dampak Pada Korban

1. Kesehatan Mental: Korban perundungan sering mengalami masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, dan rendah diri. Mereka mungkin merasa tidak berharga dan terasing dari lingkungan sosialnya.

2. Prestasi Akademik: Perundungan dapat mengganggu konsentrasi dan motivasi belajar korban, yang pada akhirnya dapat menurunkan prestasi akademik mereka. Ketakutan akan perundungan juga dapat membuat mereka enggan untuk pergi ke sekolah.

3.Masalah Kesehatan Fisik: Stres akibat perundungan dapat menimbulkan dampak fisik, seperti sakit kepala, sakit perut, dan gangguan tidur. Dalam beberapa kasus ekstrem, korban juga dapat melukai diri sendiri atau bahkan melakukan bunuh diri.

Dampak Pada Pelaku

1. Masalah Sosial dan Hukum: Pelaku perundungan dapat menghadapi konsekuensi sosial yang serius, termasuk dikucilkan oleh teman sebaya dan dikeluarkan dari sekolah. Di beberapa kasus, tindakan mereka juga dapat berujung pada masalah hukum.

2. Perkembangan Kepribadian: Pelaku yang terbiasa melakukan perundungan mungkin mengembangkan perilaku agresif yang dapat berlanjut hingga dewasa. Hal ini dapat menyebabkan masalah dalam hubungan pribadi dan profesional di masa depan.

Dampak Pada Saksi

1. Rasa Bersalah dan Takut: Saksi perundungan mungkin merasa bersalah karena tidak bisa membantu korban atau merasa takut menjadi target berikutnya. Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka dan membuat mereka merasa tidak aman dalam lingkungan sekolah.

2. Desensitisasi Terhadap Kekerasan: Saksi yang sering melihat perundungan dapat menjadi tidak peka terhadap kekerasan, dan menganggap perilaku agresif sebagai sesuatu yang normal

 Memahami Bullying

Bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja oleh satu atau lebih individu untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun emosional. Tindakan ini bisa berupa kekerasan fisik, penindasan verbal, intimidasi sosial, atau pelecehan online. Penting untuk memahami bahwa bullying bisa berdampak serius pada korban, termasuk menurunnya rasa percaya diri, stres, dan bahkan depresi.

 Membangun Kesadaran

Langkah pertama untuk menciptakan lingkungan bebas bullying adalah dengan meningkatkan kesadaran di dalam komunitas. Pendidikan dan kampanye tentang bullying dan dampaknya sangat penting. Sekolah, organisasi, dan tempat kerja dapat menyelenggarakan seminar atau lokakarya untuk mendidik individu tentang apa itu bullying, bagaimana mengenalinya, dan cara menanggapinya.

 Mendorong Komunikasi Terbuka

Lingkungan yang bebas bullying adalah lingkungan di mana semua orang merasa aman untuk berbicara dan berbagi pengalaman mereka. Mendorong komunikasi terbuka di antara anggota komunitas dapat membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah bullying lebih cepat. Membuat saluran komunikasi yang aman dan terpercaya bagi korban untuk melapor adalah langkah penting.

Menetapkan Aturan yang Jelas

Setiap komunitas harus memiliki aturan dan kebijakan yang jelas mengenai bullying. Aturan ini harus mencakup definisi bullying, jenis perilaku yang tidak dapat diterima, serta konsekuensi bagi pelaku. Dengan adanya pedoman yang jelas, anggota komunitas dapat memahami batas-batas perilaku yang dapat diterima dan tidak ragu untuk melaporkan pelanggaran.

 Mendorong Empati dan Kepedulian

Mengembangkan empati dan kepedulian di antara anggota komunitas adalah kunci untuk mencegah bullying. Program-program yang mempromosikan kolaborasi, kerja tim, dan saling menghormati dapat membantu membangun hubungan yang positif. Mengajarkan anak-anak dan remaja tentang pentingnya menghargai perbedaan dan memahami perasaan orang lain dapat mengurangi kecenderungan untuk melakukan bullying.

Memberikan Dukungan kepada Korban

Korban bullying membutuhkan dukungan dan bantuan untuk pulih dari pengalaman mereka. Komunitas harus menyediakan akses ke layanan konseling dan dukungan psikologis bagi mereka yang terkena dampak. Selain itu, penting untuk memberikan dukungan emosional dan meyakinkan mereka bahwa mereka tidak sendirian.

 Kesimpulan

Lingkungan bebas bullying bukanlah sekadar impian, tetapi tujuan yang dapat dicapai dengan upaya bersama. Dengan meningkatkan kesadaran, mendorong komunikasi terbuka, menetapkan aturan yang jelas, dan menumbuhkan empati, kita dapat menciptakan komunitas yang harmonis dan aman. Setiap orang memiliki peran dalam menciptakan perubahan positif, dan bersama-sama, kita bisa menghilangkan bullying dari lingkungan kita.

 Pesan Anti Bullying

 Kutipan Inspiratif

1. "Kebaikan adalah suara yang paling kuat untuk melawan kebencian."

2. "Beranilah untuk berdiri, bahkan jika kamu berdiri sendirian."

3. "Setiap orang berhak untuk merasa aman dan dihargai. Jangan biarkan intimidasi merusak rasa percaya dirimu."

4. "Keberanian adalah ketika kamu memilih untuk menghentikan lingkaran kekerasan."

5. "Jadilah pahlawan bagi orang lain dengan cara menunjukkan kebaikan dan empati."

6. "Kita semua berbeda, dan itulah yang membuat dunia ini indah. Hargai dirimu dan orang lain."

7. "Kata-kata bisa menyakiti, tetapi keheningan bisa menghancurkan. Jangan diam ketika melihat ketidakadilan."

8. "Menghormati orang lain adalah langkah pertama untuk menghormati diri sendiri."

9. "Bersama kita bisa menciptakan dunia di mana setiap orang merasa diterima dan terlindungi."

10. "Jangan biarkan intimidasi mendefinisikan siapa dirimu. Kamu lebih kuat dari yang kamu bayangkan."

 

 Pesan Positif

- Dukung temanmu: Tunjukkan dukunganmu dengan berdiri di sebelah mereka saat mereka membutuhkan.

- Sampaikan cinta: Sebarkan cinta dan positifitas, karena itu bisa menjadi penangkal terbaik terhadap kebencian.

- Edukasikan diri: Pelajari lebih banyak tentang dampak bullying dan bagaimana kita bisa menghentikannya.

- Berani berbicara: Jika kamu melihat seseorang di-bully, laporkan dan bantu mereka mendapatkan bantuan.

- Jaga sikap: Selalu ingat untuk bersikap baik, bahkan ketika orang lain tidak. Satu tindakan kebaikan bisa mengubah hidup seseorang.

Semoga kutipan dan pesan ini membantu menginspirasi perubahan positif  bagi mereka yang membutuhkannya.

Investasi atau Pemborosan? Menghitung Biaya Gaya Hidup Pegawai di Kedai Kopi Kekinian

Siapa di sini yang merasa nggak bisa mikir kalau belum kena iced oatmilk latte pagi-pagi? Atau yang jadwal meeting -nya lebih sering di kaf...