Selasa, 26 Maret 2024

MONUMEN BANTARANGIN ESENSI BUDAYA REOG PONOROGO

 

Jika dibandingkan wisata di daerah lain Somoroto masih memiliki wisata yang perlu diperhitungkan. Sistem pariwisata Ponorogo masih harus direvisi supaya meningkatkan jumlah wisatawan yang masuk ke daerah ini. Salah satunya tentang keberadaan Monumen Bantarangin  Kekurangan yang perlu dibenahi  ini tidak hanya terletak pada sistem pariwisata namun juga pengelola, sehingga untuk meningkatkan sistem pariwisata kita harus memperbaikinya.           

Sektor pariwisata memang memiliki nilai penting dalam membangun suatu daerah karena dari pariwisata ini diharapkan daerah dapat memperoleh pendapatan, baik investasi dalam dan luar negeri maupun dalam pengelolaannya. Pariwisata juga merupakan sumber penting bagi perekonomian bangsa. Pariwisata menjadi penting karena setidaknya terdapat tiga fungsi pariwisata dalam pembangunan daerah yaitu dari segi ekonomis (sumber devisa, pajak atau retribusi), segi sosial (penciptaan lapangan kerja), dan segi kebudayaan (memperkenalkan budaya-budaya pada anak cucu dan wisatawan asing). Maka dari itu upaya-upaya pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam mengembangkan pariwisata sangat disorot oleh masyarakat maupun pengamat ekonomi. Guna menunjang sektor pariwisata, sejumlah perbaikan dan pembangunan infrastruktur mutlak diperlukan, namun sampai saat ini pembangunan infrastuktur pariwisata di sekitar monumen Bantarangin masih belum merata.

Pariwisata merupakan salah satu sumber yang mampu meningkatkan pendapatan daerah dengan cepat, namun kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Daerah Ponorogo dirasa belum optimal dikarenakan adanya kesenjangan dalam pembangunan sektor wisata. Dapat dirasakan bahwa upaya-upaya pemerintah daerah selama ini lebih mengutamakan berkembangnya sektor pariwisata di beberapa daerah saja.

Monumen Bantarangin adalah  monumen yang  berada di desa somoroto kecamatan Kauman Ponorogo. Suatu kebanggaan bagi masyarakat setempat  memiliki monumen yang indah karena dulu hanya berbentuk sawah yang hanya ditanami padi dan sejenisnya. Letak monumen Bantarangin ini sekitar 8 km kea rah barat dari pusat kota Ponorogo. Diapit oleh persawahan dan beberapa rumah penduduk. Monumen ini mempunyai pelataran dan panggung sebagai arena pertunjukan.  

Akses jalan menuju Monumen Bantarangin terbilang sudah sangat mudah. Jika dari pusat kota atau Alun-alun Ponorogo, kita berjalan ke arah utara menuju perempatan Tambakbayan. Kemudian belok kiri mengikuiti jalan besar, lurus sekitar 6 Km menuju pasar Somoroto. Dari sini terdapat 2 alternatif jalan, menyibak ramainya pasar Somoroto atau melewati jalan utama. Untuk akses yang lebih mudah dan nyaman, pilih akses jalan utama menuju arah Badegan atau Wonogiri. Hanya berjarak sekitar 2 Km dari pasar Somoroto kita akan menemukan gapura Bantarangin di sisi kiri jalan. Melalui gapura tersebut kita berjalan ke arah selatan melawati rumah-rumah penduduk. Sekitar 2 menit dari gapura, tibalah kita di lokasi Monumen Bantarangin.

Di sana terdapat sebuah panggung pertunjukan seperti yang berada di Alun-Alun kota, lengkap dengan pelataran yang cukup luas. Sejak monumen ini berdiri di era bupati Amin, panggung utama dan pelataran yang ini digunakan untuk memperingati Grebeg Tutup Suro sebagai rangkaian dari prosesi Grebeg Suro (peringatan tahun baru islam di Ponorogo). Saat Grebeg Tutup Suro, di sana rutin diadakan pertunjukan seni Reyog dan Kirab Budaya Festival Bantarangin. Selain penggung, di sana juga berdiri patung Prabu Klono Sewandono yang memengang pecut Samandiman.

Monumen Bantarangin berdiri sejak tahun 2010 di tanah seluas 5.600 meter persegi yang dulunya merupakan area persawahan milik Mbah Kusni, warga sekitar Bantarangin. Pendirian Monumen Bantarangin ini tidak bisa dipisahkan dari sejarah Reyog Ponorogo. Monumen ini didirikan sebagai tanda bahwa kerajaan Bantarangin dengan Prabu Klono Sewandono sebagai raja memang benar adanya. Menurut penuturan warga sekitar, tanah tempat didirikannya monumen ini dulunya merupakan area Keputren atau tempat mandi para putri kerajaan Bantarangin. Bagi pengunjung, jangan khawatir haus atau kepanasan karena terik matahari di sini. Di sekitar Monumen Bantarangin terdapat beberapa warung kecil yang menyediakan aneka minuman dan makanan kecil. Keberadaan warung ini dapat digunakan untuk pengunjung duduk santai menikmati semilir angin persawahan sekitar.

Sudah sepantasnya jika seluruh masyarakat Ponorogo bersikap bangga atas segala nilai seni dan kekayaan budaya yang dimiliki. Budaya dan seni yang ada di Ponorogo merupakan warisan leluhur yang penuh dengan nilai sejarah panjang hingga mampu menciptakan sebuah identitas khas bagi masyarakat Ponorogo. Festifal Reog, Kirap Pusaka dan Larung Risalah Doa merupakan bagian dari beberapa agenda kegiatan rutin yang dilaksanakan satu tahun sekali dalam rangka memperingati ulang tahun Kabupaten Ponorogo dan juga menyambut datangnya tahun baru Hijriah yaitu 1 Muharam atau akrab dikenal dimasyarakat dengan istilah 1 Suro.

Masyarakat Ponorogo yang terdiri dari berbagai lapisan dan latarbelakang ternyata beragam dalam menyikapi agenda tahunan berupa kegiatan Grebek Suro. Sebagian masyarakat menganggap bahwa acara Grebek Suro harus terus dilestarikan dan dijaga, karena syarat dengan nilai budaya dan sakralitas keyakinan yang terdapat dalam beberapa ritual, sampai pada tingkat dikembangkan dan terus untuk dikenalkan kepada masyarakat luas bahkan dunia Internasional.

  Ritual budaya  merupakan warisan budaya yang sudah berproses secara turun-temurun yang patut untuk terus dilestarikan dan dijaga. Namun disisi lain kita harus terus memberikan pengertian dan pencerahan kepada masyarakat bahwa sesungguhnya kegiatan budaya ini sebatas pada pelestarian budaya yang sarat dengan nilai-nilai seni agung yang tercipta dari proses akulturasi budaya ratusan tahun lalu. Dengan demikian diharapkan masyarakat Ponorogo bisa memahami dan mengerti makna dan esensi dari budaya Poronogo secara komprehensif.

 

                                          DAFTAR PUSTAKA

Gatut, murniatmo. 1993. Dampak pengembangan pariwisata. Yogyakarta. Depdikbud.

Hardianto, E. N. (2018). Pengembangan Pariwisata Melalui  Strategi   Promosi Wisata Pada Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo. Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Metodelogi  Penelitian: Kajian Budaya dan Ilmu-Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

KADO CINTA UNTUK MURIDKU

 

“Pengabdianku merupakan sebuah tantangan bagiku. Perasaan yang berkecamuk antara rasa nyaman,sedih, dan bahagia ditempat yang baru menjadi cambuk untuk terus mengabdikan diri ini demi membuat sebuah perubahan baru dengan semangat baru bersama murid dan teman baru”Sri Handayani

     Pendidikan Agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan paling sedikit melalui mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan (PMA No 2 Tahun 2020) Pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Itulah pengertian mengenai pendidikan menurut beberapa sumber yang telah beredar di masyarakat Indonesia

     Essai ini ditulis berdasarkan pengalaman selama mengabdi di dunia pendidikan, terutama saat menjadi pendidik. Saya adalah seorang guru yang mengabdi di sebuah Mts Negeri di kutho kulon yaitu di MTsN 5 Ponorogo. Perkenalkan nama saya Sri Handayani. Biasa dipanggil Bu Sri atau Handayani. Saya termasuk guru baru karena masih sekitar 1 tahun pindahan dari madrasah lain. Mata pelajaran yang  diajarkan adalah Bahasa Indonesia kelas 8 dan 9. Seorang pendidik bukanlah suatu tugas yang mudah. Mengubah berbagai karakteristik anak didik dari penjuru desa. Menjadi seorang pendidik mempunyai tugas mulia yaitu membimbing, mendidik, mengarahkan, mencerdaskan anak didik dari mulai tidak paham tentang baik buruknya suatu perbuatan hingga paham tentang baik buruknya suatu perbuatan, bersifat keilmuan maksudnya ilmu yang berhubungan dengan penggunaan Bahasa Indonesia sesuai situasi.

     Saat mengajar di kelas begitu banyak ditemui siswa yang mempunyai masalah dalam belajar. Diantaranya adalah pagi saat mau pembiasaan ada saja yang terlambat atau lupa absen digital. Saat belajar dalam kelas ada siswa sering ngantuk, lambat dalam mengerjakan tugas. Padahal tugas yang saya berikan mudah bagi seumuran mereka. Terkadang ada anak yang selalu menanyakan jam berapa pulang. Nah yang paling pusing adalah mengajar sekitar jam 12.30 pada jam-jam segitu yang orang bilang enak untuk tidur beristirahat. Mereka pasti sudah ogah-ogahan untuk belajar dengan berbagai alasan.

     Namun dengan karakter yang beragam membuat seorang guru belajar bagaimana cara memahami psikologi anak, agar ditengah perbedaan kita bisa menyampaikan materi dengan baik. Adapaun kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah

1.Kompetensi Pedagogik Guru dan Contoh Penerapannya a. Penguasaan terhadap karateristik peserta didik dana spek fisik, moral, social, kultural, emosional, dan intelektual. Dalam hal ini berusahalah mengakrabkan diri dan berbaur dengan anak-anak tanpa memandang latar belakang dan fisik, hal ini di lakukan untuk saling mengenal satu sama lain agar lebih mempermudah  untuk memberikan materi yang tepat kepada siswa. b. Mampu mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang yang diampuh, dengan cara mengajarkan materi sesuai dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dalam hal ini yang berkaitan dengan Bahasa Indonesia yang terdapat dalam buku sumber belajar c. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggara kegiatan pengembangan yang mendidik, di madrasah saya selalu mengajak anak-anak menonton video materi pembelajaran di Youtube sebagai penunjang belajar serta membuat grup Whatsapp untuk memantau perkembangan belajar siswa d. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki, Di kelas setiap siswa yang di ajar selalu saya beri tugas menjawan pertanyaan secara mandiri ataupun kelompok yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. e. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik, di kelas saya selalu menerapkan sikap santun dalam berbicara serta menghindari bahasa tidak baik agar tidak ditiru oleh mereka

2.Kompetensi Kepribadian Guru dan Contoh Penerapannya a. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia, penerapannya adalah memberikan contoh kepada anak-anak bahwa setiap orang harus mematuhi hukum yang berlaku, serta menjunjung tinggi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME serta mengadakan pembiasaan Sholat Dhuha sebelum pembelajaran dimulai. b. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.salah satu contoh yang diterapkan adalah saling menghargai antara guru dan murid dimulai dengan memberi salam, sopan, dan santun dalam berbicara. c. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil dewasa, arif, dan berwibawa. Ketika ada murid yang berbuat salah yang dilakukan adalah menasehatinya di ruangan terpisah dari teman sekelas untuk menghindari perundungan. d. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. Guru harus selalu berusaha untuk tidak datang terlambat serta selalu berusaha untuk hadir di kelas agar materi tersampaikan kepada siswa e. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. Penerapannya adalah saya berusaha untuk tidak membawa masalah pribadi ke dalam kelas ketika mengajar

3.Kompetensi profesional guru adalah sebagai berikut: a. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu dalam pembelajaran saya selalu menyiapkan Silabus dan RPP sebagai pedoman saya dalam melaksanakan pembelajaran b. Menguasai standar kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. Sebelum mengajar saya selalu memaparkan kompetensi yang harus diraih oleh peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia c. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. Saya selalu menyuruh siswa untuk memanfaatkan benda sekitar untuk digunakan sebagai objek pembelajaran d. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, saya selalu meminta supervisi kepada Kepala Sekolah/ Guru senior untuk perbaikan cara saya mengajar. e. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.

     Itulah kompetensi yang harus dimiliki seorang guru, sehingga guru mampu mengimplementasikan ilmu dalam sebuah pembelajaran. Secara sederhana seorang guru juga dapat mencari ide untuk penambah semangat anak untu belajar.

     Akhirnya ditemukan suatu cara supaya mereka semangat dalam belajar. Yach… ide memberikan reward untuk mereka waktu ditunjuk maju kedepan, mengubah metode mengajar dengan permainan yang mengembirakan saat materi hari itu, memberikan ice breaking waktu di awal pembelajaran dan memberikan motivasi tentang kedisiplinan saat mengikuti KBM. Guru dalam hal ini tidak hanya memberikan ilmu saja tetapi juga membentuk karakter peserta didik supaya nantinya mendapatkan ilmu dan karakter yang baik. Memang benar-benar sebuah tantangan bagi setiap guru. Guru dimanapun berada berusaha mewujudkannya dengan berbagai cara yang baik dan disukai muridnya.

     Setiap masalah dalam mengajar di kelas pasti ada solusi. Masalah yang ada di kelas  harus selesai dalam kurun waktu pendek. Jangan terlalu suka memendam masalah kantor sampai terbawa di rumah. Karena kalau lama menyimpannya akan menyita energi jadi seorang guru dan ibu /bapak rumah tangga. Jangan sampai masalah sekolah mengganggu pekerjaan rumah dan sampai mimpi.

     Suatu pekerjaan apapun itu pasti mempunyai sebuah komitmen yang dapat digunakan sebagai patokan untuk memberikan yang terbaik untuk orang lain dan diri sendiri. Dalam hal ini tanamkan tekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk anak didik yang berbagai karakter, supaya anak didik mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan minat bakat mereka.

    Hai kawan guru di seluruh nusantara, ada beberapa pesan untuk sahabat guru di manapun berada yaitu sebagai berikut:

1.      Jadilah seorang guru yang dicintai, disayang, menginspirasi memberikan teladan baik bagi anak didik kita

2.      Jangan bosan untuk mendidik siswa dan siswi yang terkadang kurang belajar atau tidak sopan kepada bapak dan ibu guru. Terus berikan semangat positif .

3.      Semoga bapak ibu tetap menjadi guru yang penyabar dan penuh perhatian kepada murid-murid

4.      Terus berikan motivasi dan semangat agar terus maju dan menjadi yang terbaik.

5.      Agar bapak/ibu terus mempertahankan cara mengajar dengan memberi contoh penerapan, motivasi, serta dorongan kepada siswa.

 

Investasi atau Pemborosan? Menghitung Biaya Gaya Hidup Pegawai di Kedai Kopi Kekinian

Siapa di sini yang merasa nggak bisa mikir kalau belum kena iced oatmilk latte pagi-pagi? Atau yang jadwal meeting -nya lebih sering di kaf...