Sabtu, 01 November 2025

KATA YANG TIDAK BIASA

    

     Kata yang membuat heboh ! apa itu penasaran ...?Ingin tahu atau gamau tahu? Kata "ANJIR, ANJAY, JANCUK" kata tersebut seperti biasa terdengar di telinga kita. Di sebuah percakapan anak remaja yang lagi santai mengucapkan kata yang tak layak diucapkan. Mereka tidak paham kalau arti dari kata itu sebenarnya anjing. Tetapi karena kata itu digunakan untuk mengungkapkan mengekspresikan keterkejutan atau kekesalan dan menyampakan kekaguman atau pujan ringan.Maka terkesan tdak sopan dan kasar. Maka saat ini di larang oleh masyarakat.

Adapun Larangan tu juga dijelaskan oleh Al Qur'an

                                                                                                                                                                    

وَقُلْ لِّعِبَادِىۡ يَقُوۡلُوا الَّتِىۡ هِىَ اَحۡسَنُ​ؕ اِنَّ الشَّيۡطٰنَ يَنۡزَغُ بَيۡنَهُمۡ​ؕ اِنَّ الشَّيۡطٰنَ كَانَ لِلۡاِنۡسَانِ عَدُوًّا مُّبِيۡنًا‏ ( الاسراء : 53)

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia”. (QS. Al-Isra: 53).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

     Bahasa yang digunakan oleh seorang Muslim sangat penting karena dapat mencerminkan akhlak dan adab seseorang. Bahasa yang baik dan santun adalah bagian dari akhlak mulia yang menjadi anjuran dalam Islam. Secara umum, penggunaan kata-kata seperti “anjay,” “anjir,” dan “anjrit” sebaiknya dihindari karena tidak jarang bisa menimbulkan penghinaan dan menyakiti hati orang lain. Serta dapat menyerupai atau meniru perilaku, gaya hidup, atau budaya orang-orang yang fasiq. Maka, sudah sewajarnya bagi kita untuk membahas tentang “hukum mengucapkan kata-kata “anjay,” “anjir,” dan “anjrit.” dalam obrolan sehari-hari baik dalam bentuk keakraban, candaan atau sebagai makian”, sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sesama muslim agar tidak terjerumus kedalam kesalahan.

     Berikut adalah dua poin yang perlu kita pahami dalam menjawab dan memberikan hukum terhadap persoalan di atas :

  1. Hukum mengucapkan kata-kata di atas sebagai bentuk ekspresi keterkejutan, kekaguman, atau keheranan
  2. Hukum mengucapkan kata-kata di atas sebagai bentuk candaan, keakraban , dan makian terhadap orang lain

Pembahasan

     Islam sangat menekankan pentingnya berbicara dengan sopan dan menggunakan bahasa yang baik ketika berbicara terhadap orang lain. Serta menghindari perkataan yang kasar, menghina, atau merendahkan orang lain. Semua itu telah terdapat aturan dalam Al-Qur’an dan Hadits tentang penggunaan bahasa yang baik dan santun.

JamKos di Sekolah Picu PPDB Merosot😎

     Aku itu heran kenapa banyak anak-anak berkeliaran di luar kelas. Di halaman main bola, depan kelas main air, duduk santai bersenda gurau, ada yg main ke toilet belakang, berkejaran di antara kelas satu ke yang lain, tiduran. Terkadang aku penasaran, saking penasaran nya aku berjalan ke kelas-kelas melihat ada gurunya apa ga sih. Ehh.. Setiap kutanya tidak tahu gurunya siapa, terus ku berjalan lagi kutanya "siapa gurunya? ' jawabnya"si A" sudah ada tugas kok..bu."Sudah selesai tugasnya." Bahkan ada yg sama sekali tidak ada tugas ditinggalin begitu saja. 
     Kesal juga sih... Liat jam KBM tetapi banyak kelas yang kosong. Kadang ku berfikir begitu mudahnya meninggalkan kepercayaan orang lain demi apa coba. Kepentingan pribadi, kepentingan sekolah atau tanpa kepentingan. Mana tanggungjawabmu Hai guru. Katanya mau mendidik, mencerdaskan anak bangsa, membentuk karakter siswa yang baik. Tapi mana coba... Tolonglah sadar diri... Bangun.. Bangun dari mimpi. Kembalilah pada komitmen kita. Aku tidak kuat harus menanggung semuanya. Bantulah aku untuk mewujudkan cita-cita kita yang ada pada profil sekolah kita. 
    Ingat kita bekerja untuk keluarga yang butuh uang halal yang nanti nya digunakan anak-anak kita. Janganlah anak kita diberi uang yang tidak halal. Kasihan... Suatu saat akan jadi penyakit bahkan membuat anak kita tidak sukses karena makan uang yang tidak halal. 
    Situasi sekolah yang terus terusan kayak itu gimana mengatasinya. Kemungkinan ada yang harus diubah. Apa itu? 
1. Guru di disiplinkan dari mulai jam datang, jam masuk kelas ( tidak boleh bolos tanpa surat ijin, tanpa tugas untuk anak-anak). 
2. Guru dipantau setiap saat. 
3. Setiap guru saling mengingatkan jam mengajar. 
4. Guru piket mencatat  menyampaikan tugas anak-anak dan berkeliling kelas. 
5. Kepala sekolah dan para waka saling mengingatkan guru pada jam mengajar
6. Jurnal piket diisi perhari sesuai jadwal mengajar
7. Tindakan tegas dengan pemberian SP pada guru yang meninggalkan kelas tanpa keterangan dalam hitungan 4 kali. 
8. Kelas kosong di foto diunggah di grub guru, biar tidak terulang lagi
9. Guru yang membangkang dimutasi ke sekolah lain untuk memberikan pelajaran. 
10. Bersinergi antar guru, siswa, warga sekolah. 
     Hayolah kita wujudkan sekolah yang tertib, disiplin, bermutu secara input maupun output. 
Akibat dari keteledoran oknum guru akan membuat kepercayaan masyarakat akan menurun dan situasi yang paling menakutkan adalah mereka menarik anak-anak karena sudah tidak percaya lagi kepada sekolah, pelayanan guru dsb dan berlanjut ke PPDB yang merosot total. 
     Coba renungkan guru... Anak-anak adalah aset kita, ladang kita untuk mencari rizki, beramal ibadah dan tabungan kita nanti ke akhirat. 



Investasi atau Pemborosan? Menghitung Biaya Gaya Hidup Pegawai di Kedai Kopi Kekinian

Siapa di sini yang merasa nggak bisa mikir kalau belum kena iced oatmilk latte pagi-pagi? Atau yang jadwal meeting -nya lebih sering di kaf...