Sabtu, 20 Agustus 2022

RIDLOMU DAN RIDLONYA

 

        Pikirankupun melayang mengenang masa kanak-kanak,walaupun hanya  sebentar.Setidaknya aku pernah tinggal di kota ini. Yaa……………….

Kota kelahiran ibu dan nenek moyangku. Pagi buta aku pulang dengan naik kereta ke Surabaya. Soalnya aku besok harus membuat laporan untuk bukti pengambilan barang itu.

        Pagi yang cerah mengiringi langkahku ke kantor. Ah perasaanku sungguh gulana. Semoga nanti Allah meridloi segala keinginanku. Masa depanku,keluargaku,agamaku. Aku takut jangan-jangan nanti teman istimewaku menjauh ,entah perasaanku kadang seperti itu. Tapi doa selalu aku panjatkan Ilahi Rabbi. Tidak terasa satu bulan lagi masuk bulan Ramadlon bulan penuh berkah bagi umat yang menjalankannya. Semoga aku tergolong orang yang beruntung mendapat berkah itu.

       Puasa kulalui dengan lancar bersama ibu dan adik di Kalimantan.Tidak lupa juga aku telepon sama Rina, menjelang berbuka puasa kadang setelah buka puasa.Biasa masak apa,lauknya apa.Aku kadang kasihan sama Rina,berbuka puasa hanya sama bakso kadang lauknya sama kerupuk.Tega nian ibunya bulan puasa bulan istimewa kok seperti itu.Tapi walaupun begitu aku bangga pada Rina,dia nrimo sekali.Apapun yang diberikan ibunya diterima,itulah anak yang sholihah selalu berbakti pada orang tua. Saat ini aku ingat sama masku yang juga sedaerah sama Rina,coba dech aku telepon.Tit…tit….tit…tit…tit…tit nomer hp aku pencet dengan cepat.”Assalamualaikum…..?’’suara mas di sana.’’Walaikumsalam WR Wb,’’lagi ngapa mas ….sehatkah mbk sama adik?’’tanyaku. ‘’Alhadulillah baik semua,ada apa??Jawab mas. ‘’Gini mas aku kemarin sempat ke sekolahan Rina….ehh ternyata wajahnya mirip sekali sama ibu aku .’’ceritaku. Hampir setengah jam aku telepon mas.tidak terasa adzan isyak terdengar segera saja aku pamitan sama mas.

      Pagi yang cerah kulangkahkan kakiku menuju kantor,ah…..indah bener hari ini. Entah mengapa hatiku kini gembira bukan main setelah tahu wajah Rina. Dia begitu mirip dengan ibu kandungku. Bahagia sekali hatiku….ternyata ternyata aku semakin sayang dan tidak bisa melupakannya

Astagfirullah…. Ampuni aku tidak seharusnya aku memikirkan itu. Karena apel pagi belum di mulai kuambil ponsel.”Assalamualaikum….lagi ngapain dik?? Tanyaku “Walaikumsalam wr wb, aku lagi sarapan mas.mas lagi ngapain..?jawab Rina.” ini mau apel pagi. Ya udah dinikmati saja  nanti disambung lagi….assalamualaikum.”kataku. Akhirnya ponsel aku offkan.Aku bersikukuh untuk segera ……….,semua surat ijin dah aku ajukan ke Jakarta. Mungkin bulan depan dah turun suratnya. Ibu malam-malam musyawarah dengan pakpuh kalau mau mengurus  tanah di Jawa Timur.Sekalian aku minta menemui si Rina untukku.

     Hari ini Ibu dapat telepon dari tanah kelahiran ibu dan aku,kalo surat surat tanah yang dulu dijual sudah ada.Setelah aku musyawarah sama ibu sepakat ibu melamarkan Rina untuk jadi istriku. Pesawatpun meluncur ke daerah kelahiranku Madiun.  Pagi buta ibu naik pesawat ke Jawa Timur. Karena urusan dah selesai ibu menelpon si Rina eh…ternyata tidak diangkat 5 kali sudah.Ibu akhirnya pulang ke rumah. Aku begitu kecewa pulang dengan membawa tangan hampa. Aku tanyai ternyata dik Rina tidak di rumah. aku sungguh sangat kecewa. Mengapa dik Rina tidak mengangkat telepon ibu?? Disengaja ataukah ………Pikiranku melayang ke Rina.OOOOO…….atau mungkin dia sudah punya yang lain.Pagi-pagi buta habis sholat subuh aku telepon dia.Rina Cuma berkata HP ketinggalan di rumah. Suatu jawaban yang tidak memuaskan. Pertanyaan demi pertanyaan berkumpul diotakku. Jangan suudzon gk baik lo….kata hatiku berkata.

Hari ini hari yang bahagia satu bulan lamanya berpuasa kini saatnya bermaaf-maafan.Kamipun berlebaran bersama keluarga dan tetangga.Tidak lupa juga aku telpon ke Rina dan ibunya mohon maaf. Tit…tit..tit…hpku berbunyi ah dari Rina kebetulan aku pingin omomg.” Ya walaikusalam,ada apa dik?’tanyaku. “maaf mas,nganggu….gini lo mas aku ingin ngomong kalo aku sekarang tidak bisa komunikasi dengan mas. .jadi kita tidak bisa saling sms.Rasanya seperti di sambar petir di siang hari bolong. Masih tergiang ngiang kata-kata itu.Pagi sampai malam aku seperti orang linglung tiada guna jerih payahku selama ini ,mengurus surat ijin untuk meninggalkan masa lajangku. Semua tinggal kertas-kertas kosong ,sungguh tega nian  semua impian hancur tiada sisa. Ibu tidak tahu,adik juga tidak tahu kalau aku tlah dibohongi teman yang selalu aku banggakan selama ini.Mengapa dulu mengatakan kalau bersedia menerima kapanpun aku datang. Ahhh…..kisahku seperti merpati ingkar janji.

Hari ini hari yang naas bagiku, ditinggal sendirian oleh pembantu pulang kampong.Pulang kantor badanku sakit semua,makan ngak enak,tidur ngak pulas. Segera kuambil air wudhu sholat dhuhur di masjid Baiturrahman.Sampai di rumah aku mengambil pistol di celanaku,kemarin mau membersihkan lupa. Door …….suara mengelegar dekat telingaku……apa ini lho kok tanganku berdarah……dunia sekelilingku gelap gulita.lho aku kok bisa terbang kenapa tubuhku ini…….truss kenapa aku bisa melihat tubuhku terkapar di situ dan darahnya…… 

 

                                                                          Bersambung….                                           

 

 

 

RIDLOMU DAN RIDLONYA

 

    Malam yang sunyi suara jangkrik menghiasi malam ini. Dan terlihat bulan sabit yang menerangi seluruh alam ini. Aku merenung sendiri. Ah….semua sudah tidur pulas.Mata ini kupejamkan juga tidak mau terpejam juga. Binggung juga mau ngapain ya…..lalu kuambil saja HP disampingku.Tanpa sengaja kupencet no asing yach maklum kesepian ngak ada teman. Dari kejauhan nomer yang aku pencet nyambung. Eh……tapi kok ngak diangkat lalu aku kirim SMS. “ Assalamu’Alaikum no siapa ini bolehkah aku kenalan?? Aku terus menunggu jawaban. Ya….hah!” ada jawaban. “Walaikumsalam boleh.” Dalam hati aku bertepuk gembira. SMSpun berlanjut hari demi hari. Aku merasa semangat dan bahagia saat melakukan aktifitas. Dia tinggal di kaki bukit yang jauh disana. Yach aku berharap bisa bertemu dengannya, suatu hari nanti. Tapi kapan ya…… Teman yang menyenangkan. Saat aku punya masalah dia penyejukku. “ Mas,jangan lupa sholat lo…doakan ayah ibumu juga.” Kata Rina,temenku itu. Kata-kata itu selalu aku ingat terus,bahkan sudah mendarah daging.

     Aku adalah yatim piatu ditinggal bapak dan ibu 10 tahun yang lalu. Sehari-hari diasuh oleh ibu tiriku ya bulikku sendiri.Sampai saat inipun aku tetap sayang sama ibu tiriku itu. Terutama sama adikku yang super aktif, Nina namanya. Aku saat ini sudah bekerja di suatu instansi yach hasil jerih payahku patuh,taat pada orang tua dan agama. Sebenarnya aku bosan dengan ejekan teman-teman.”Untuk apa kamu bekerja, teman hidup saja ngak punya.”kata temen-temenku.Tapi dasar aku orang yang cuek.Malu juga sih rasanya. Sekarang ini aku merasa bangga juga sudah punya teman yang baiknya sedunia. Penasaran sih kayak apa si Rina itu. Cantikkah dia,atau ….???? Tapi bagiku tidak masalah yang penting dia seorang muslimah yang taat beragama dan baik untukku dan keluargaku kelak.

     Suatu hari aku dapat surat tugas untuk mengambil barang instansi yang ada di Surabaya. Setelah sholat subuh aku bersiap berangkat dengan pesawat jurusan Banjarmasin-Surabaya. Pagi jam 8 aku sampai kota yang aku tuju. Segera kuurus semua keperluan dengan sahabatku. Barang yang kuambil lalu kuberi nama Rinai sama miripnya dengan seseorang yang ada dihatiku. Sekali lagi aku teringat lagi sama Rina. Ingin rasanya segera meluncur kerumahnya. Tak terasa akupun tiba di rumah pak puh,katanya aku mau diberi foto ibu kandungku yang lama meninggal. Aku heran daerah ini begitu mahal ongkos angkotnya, 2 orang saja 10 ribu. Ah …..biarlah sekalian amal pikirku. Sampai di rumah pak puh disambut gembira,cerita ke sana sini. Nah….sesuatu yang aku tunggu tiba juga.Selembar foto disodorkan dipangkuanku. Foto ibuku, cantik juga,sederhana bersahaja. Foto itu aku simpan dalam dompetku. Pikiranku melayang lagi sama Rina. Astagfirullah al adhim kusebut 3X.Aku telp dia,” Assalamualaikum dik.”sapaku “ Walaikumsalam,”jawabnya dari kejauhan. “Dik,sekarang ada dimana?”tanyaku”aku ada di sekolah mas, sibuk ada tugas.” “ya udah,nanti aku telpun lagi.lanjutkan pekerjaanmu dik.”jawabku. Aku tutup segera HPku,pikiranku menerawang ke rumah Rina. Ah……aku ngak sabar ketemu dia.lalu aku ajaksahabatku kantor mencari sekolah Rina.Aku akan beri dia kejutan.Sepeda motor pak puh aku pinjam. Deru asap motor mengepul.Sampai di sekolah Rina aku sengaja mengintip dari pagar sekolah. Aku tanya pada pemilik warung di sebelah timur sekolahan. Ternyata kenal juga sama Rina,lalu aku diberitahu.”itu lho mas orangnaya,pake batik biru berjilbab putih jalan kesini…,”kata pemilik warung itu.Segera kuambil kameraku,jepret-jepret,”kena dia.”pikirku. Lalu aku besarkan hasil gambarnya. Aku kaget setengah mati. Sekujur tubuhku lemas,tak berdaya,keringat dingin keluar,tanganku gemetar.”Ada pa mas……?tanya temenku berulangkali sambil ketakutan juga.Bengong.”mas,mas ada pa ?” sekali lagi temanku Tanya.”Udah gpp,ayo pulang dulu,kayaknya aku masuk angin!” ajakku aku bersama temanku pulang ke rumah pak puh.

Bersambung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

OH BUNDA

 

        Ohh bunda …..ada dan tiada dirimu kan selalu ada di …..dalam hatiku…..lagu yang selalu tergiang dalam pikiran. Setiap saat,kapanpun dan dimanapun tetap enak dinyanyikan.Dik…..ada apa kok nyanyi itu saja….’’tanya Bunda mengagetkan Hana. Ahh….bunda nganggu aja,oh ya besok Hana kan undang temen-temen ke rumah buatin makanan ya bun…..?? Hana dengan manjanya.

Acara apa sih…besok kan tanggal merah otomatis kan bunda juga libur dong,’’kata Bunda.Namanya Ibu itu kan ngak ada kata libur,ngantor juga ngak,’’seloroh hana pada ibunya. Iya,ya…..tapi bantuin ibu lo,’’jawab bunda.’’Oke,bunda….bunda cantik deh,’’kata Hana sambil mencium pipi bunda.

          Pagi yang cerah mentari mulai menyingsing menampakkan semburat merah membuat manusia kagum akan ciptaan Tuhan.Kicauan burung bernyanyi di ranting-ranting pohon belakang rumah.Aduh …indahnya enak ya jadi burung bisa terbang,’’batin Hana.Kring-kring….kring-kring….suara telepon berbunyi memecahkan lamunan Hana.Aaah…..ada telepon nganggu aja,’’katanya.’’Bun….bunda ……telepon bunyi tuh,kok ngak diangkat-angkat…hana lagi sibuk nih!’’ ‘’Iya…iya ibu angkat….,’’jawab Bunda. ‘’Assalamu’alaikum?’’ Walalaikumsalam wr wb dik Siti…ini mbakmu dari Yogja kamu segera ke sini ya…..Simbah masuk rumah sakitlagi.Bener dik simbah nyari kamu terus…!’’Bude Warni telepon. ‘’Iya mbakyu ini aku selesaikan dulu pekerjaananku kurang sedikit.mungkin nanti naik pesawat saja biar cepat,’’jawab Bunda.’’iya-iya cepet lo,nanti menyesal lo kamu …,’’jawab bude Warni lagi. Dengan cepet-cepet bunda menyelesaikan semua pekerjaan serba kilat dari cuci baju,masak,bersih-bersih lantai,sampai kue-kue yang hana pesen.Hana memang anak yang manja dari mulai kecil sampai menginjak remaja. Sebenarnya sudah berulangkali diingatkan kakak-kakaknya,tapi tak satupun kata itu dituruti. Hampir semua pekerjaan rumah tidak pernah dia pegang.

          ’’Hana nanti Ibu mendadak ke Yogja,jangan lupa sholat dan ngaji ya….juga nanti bantu mbok nah bersih-bersih,tidak boleh nakal,’’pesan Bunda sambil menciumi Hana.’’Iya-iya Bunda, jangan lama-lama di Yogja,’’jawab Hana sambil memeluknya.Jam 03.00 pesawat terbang ke Yogja hanya membawa beberapa baju saja.Ah rasanya memang gk enak tanpa ada Bunda,walapun aku sering nakal sama bunda.Bunda…bunda maafkan aku semoga bunda selamat sampai tujuan amiin.

          Sambil kupegang remot,kumakan cemilan yang ada toples.Baru saja aku mengunyah satu roti seperti disambar petir disiang hari,kulihat berita di

Televisi ada pesawat jatuh di sekitar Yogjakarta karena cuaca buruk.Aku seperti disambar petir mendengar berita itu gelas yang kupegang jatuh berserakan.Bunda oh bunda gimana engkau ……

Bersambung

MUSIBAH MEMBAWA BERKAH

 

            Sore itu aku bersama anakku bercanda gembira tanpa ada  apa-apa.Aku melihat televisi RCTI, berita akhir-akhir ini yang trend adalah banyaknya artis yang kawin cerai akibat facebook,selingkuh,ekonomi,ah…ribet banget.Semoga Allah SWT menjaga keluargaku utuh selamanya. Waktu sudah pukul 11.30 WIB. Anak-anak kelihatan lelah,matanya sayu.Wah ngantuk anak ini…..pikirku segera kuambil nasi dan sayur kusuapi keduanya. Karena kenyang mereka pu tertidur pulas. Kuambil air wudhu untuk sholat dhuhur,oh ya aku baru ingat kalo bulan ini waktunya membayar listrik ke budhe Dina.Nanti sore saja sekalian main-main ke sana.Selesai sholat terdengar suara mesin motor berhenti tepat di pintu,aku tengok oh suami tercinta pulang. Aku sambut dengan senyuman yang mungkin bisa menyejukkan hatinya. Mas gimana …ada kabar apa dari mbah kung?’’tanyaku pelan.’’enggak ada apa-apa,’’jawabnya.’’Mana remot TVnya kok ngak ada bun,?’’tanyanya lagi.’’Itu lho dibawah meja,jangan keras-keras.anak-anak baru tidur.’’selorohku.’’Iya-iya…….jawabnya lagi. Aku jatuhkan tubuhku disamping anak-anak siapa tahu bisa tertidur,lumayan bangun nanti bisa hilang lelahku seharian bekerja di rumah.

            ‘’Ibu-ibu susu ….ibu susu.’’si kecil bangun menangis. ‘’Eh adik manis bangun ya….susu lagi,nih ibu buatin lagi.’’jawabku dengan cepat kuambil dot kuisi susu Dancow.Dengan cepat kupeluk anakku yang kedua NURAIDA namanya.Si sulung ikut-ikut bangun segera kusuruh mandi karena sebentar lagi adzan ashar berkumandang.Umi namanya,sekarang sudah kelas 1 SD ,  anakku ini cukup cerdas kemarin juara 1 dikelasnya.Tapi sayang mata anakku ini tidak normal karena sudah sejak TK pakai kacamata minus 10.yach gara-gara bermain sama temannya jatuh dan mungkin terbentur sehingga saraf matanya terganggu.Jus yang mengandung vitamin A sampai

obat apotik sudah aku berikan ke Umi,tapi juga tak kunjung sembuh.Aku selalu berdoa pada Allah supaya anakku itu matanya normal seperti dulu lagi.

‘’Dik,ayo cepet mandi ngaji lho!’’nanti terlambat dimarahi ustad,nangis lagi.’’sapaku. Iya iya bun?’’ jawabnya.Siapin ya bun bajunya sama kerudungnya,biar cepet,’’kata Umi.’’Aku taruh diatas meja,terus uang saku di atasnya,’’jawabku. Dengan cepat dia mandi,pakai baju muslim berangkat ke musholla Al Ikhlas tepatnya berada di belakang rumah kontrakan. Semoga anak-anakku menjadi anak sholihah,anak yang berbakti pada orangtua,agama dan bangsa.Itu doa-aoa yang kami panjatkan setiap hari.

            Jam sudah menunjukkan angka 3.30 si kecil segera kumandikan,aku dandani sangat cantik. Setelah selesai ke belakang ambil nasi satu mangkok beserta sayur sop yang sedikit aku campuri potongan ayam biar ada kaldunya. Satu sendok –satu sendok terus aku suapkan ke mulut si kecil. Alhamdulillah habis,senang sekali perasaanku waktu itu.Biasanya sedikit sekali makannya,paling susu dan makanan kecil saja.Tiba-tiba pintu depan tempat saudaraku dibuka,ngak biasanya. Ternyata dia bersama orang pasar membersihkan ruangan utara yang bersebelahan dengan ruang yang aku tiduri. Aku takut bertanya untuk apa ruangan itu dibersihkan mungkin mau mengusir tikus-tikus yang sedikit demi sedikit membuat generasi di situ. Suamiku ke belakang mandi dan mengambil peralatan sepakbola,biasa mau melatih anak-anak SD latihan bola. Cari kesibukan sekalian menjaga badan tetap bugar.Assalamu’alaikum,’’sapa Umi. ‘’Walaitum talam,’’si kecil menjawab walaupun belum fasih. Lucu juga sih kedengarannya tapi gak apa-apa walaupun kecil dah tahu menjawab salam.

            Adzan magribpun berkumandang, semua keluarga masuk rumah.Sholat jamaah diimami suamiku,anak-anak disampingku. Selesai aku bertanya sama suamiku,’yah,kira-kira untuk apa yaa…ruangan depan dibersihkan.’’oh itu to katanya sih mau disewakan orang pasar itu untuk gudang tepung,’’jawabnya.’’Hah,gudang tepung apa nanti gak takut tikusnya malah banyak,’’jawabku kaget.’’masalah itu terserah mas toni,mungkin sudah dipikirkan,’’jawab ayah. ‘’Seandainya kita punya rumah sendiri yah…..apa bisa yah kita buat rumah kecil saja yang penting bisa untuk berteduh dari hujan dan panas!’’aku bergumam sendiri. ‘’Insya Allah bisa pokoknya kita berusaha dan doa jangan lupa,’’jawab ayah sambil duduk.Kulihat si kecil ngantuk aku buatkan susu langsung saja diminum sambil tiduran.Eh…sebentar saja sudah tidur.Umipun mulai ngantuk walaupun sesekali melihat TV acara shoun the ship.Asyik juga cekikikan sendiri saking lucunya cerita kambing kecil yang pinter itu.Tak terasa aku terbangun mendengar suara handponeku bunyi.siapa ya…..malam malam sms ganggu orang tidur saja.Aku begitu kaget membaca sms itu’’ yan….rmh tanggaku terancam bubar,jadi aku ingin kembali ke prabon aku kasihan anakku, jadi aku minta kamu kembali bersama mbah kung secepatnya seperti dulu biar rumah tanggaku utuh seperti dulu( ini inisiatifku sendiri,sebab akan kontrak ngak punya uang) langsung saja mataku yang tadinya agak mengantuk langsung terbelalak membaca sms itu.Kulihat pengirimnya mas Riza. Tega benar dia mengusirku,bingung bercampur sedih.Di mana hari gini cari kontrakan, mobil untuk angkat angkat. Dari pojok terdengar suara handpone ayah bunyi,segera kuangkat ternyata ada sms dari mas Riza. ,’’Yah…ayah gimana yah ada sms 2 kok sama bunyinya coba dibaca,’’ sambil membangunkan suamiku.Ayah kaget juga baca sms itu. Langsung kami rundingan, alternatif terakhir kami minta bantuan ibu mertua alias ibu suamiku.Habis sholat subuh ayah langsung mengambil motor menuju rumah mertua curhat masalah sms yang betul-betul menguncang rumah tanggaku. Kata ibu aku sekeluarga diminta pindah ke rumah mertua daripada mengontrak  rumah. Padahal aku sama suami rencana buat rumah bulan Juni mendatang,tapi Allah berkehendak lain. Mungkin ini jalan terbaik yang harus kami tempuh,hanya ikhlas dan tawakal yang bisa kami lakukan. Semoga Alah memberikan pertolongan dari jalan tidak terduga. Untung pagi ini aku libur tidak ada jadwal mengajar kesempatan ini aku gunakan untuk beres-beres barang untuk segera pindah.Saat kami sedang mengepaki barang dalam kardus pak puh  datang ,’’ada apa kok beres-beres?’’. Ayah memberikan hp dan membuka sms yang kami terima pagi buta tadi. Pak puh sangat kaget sekali kami disuruh menunggu kalau mungkin mas Toni masih bisa diingatkan. Tapi ternyata suamiku bersikukuh untuk tetap pindah,mungkin dengan kepergian kami keluarga mas Toni bisa kembali baik. Anak-anak semua aku titipkan sama bude yang mengasuh sejak kecil. Waktu berjalan terus tidak terasa sudah jam 03.00 lelah juga rasanya.Besok bagaimana nasib keluargaku????hidup selalu berpindah-pindah. Saat kami istirahat ada tamu yang datang kami bengong karena tidak lain adalah bapak Kadis yang selama ini kami mintai tolong untuk membuat keperluan rumah kami kelak. Kami saling bercerita keluh kesah yang kami alami.Tidak disangka-sangka Bapak Kadis bermaksud membuatkan rumah untuk kami tempati,tapi kami masih ragu-ragu menjawab permintaan bapak Kadis. Kami diminta sholat tahajud dulu minta petunjuk pada Allah SWT.

            Alhasil kami sepakat untuk menyetujui pembuatan rumah itu. Pagi ini kami sowan mbah kung menceritakan yang kami alami sekaligus minta doa restu untuk membuat rumah di sebelah barat rumah mbah kung. Alhamdulillah permintaan kami direstui dan kamipun segera menelpon pak Kadis memberikan jawaban positif mengenai tawaran beliau.Hari –hari kulalui di rumah mertua,semua kesabaran yang aku punyai keluar semua.Biasa sungkan,rikuh pasti terjadi pada semua istri di dunia ini. Alangkah indah bahagia jika yang aku tempati rumah milik sendiri.Memang Allah memberikan rizki pada umatnya tak terhingga jumlah dan jalannya.Aku bersama suami sepakat menyekolahkan sertifikat untuk pinjam uang untuk melunasi biaya pembuatan rumah.Semua orang pasti ngak mau menanggung hutang,takut sih membebani pak Kadis. Semua orang yang mendengar kabar kepindahanku dari kontrakan tersebar luas. Mereka ingin tahu apa penyebabnya,tapi aku hanya memberitahu kalau rumah mau ditempati sendiri sama saudara.

            Hari Selasa tanggal 6 Maret 2011 kami resmi pindah rumah baru. Sungguh bahagia kami menempati rumah yang kami idam-idamkan selama ini. Dengan ruangan yang belum lengkap kami nekat menempati rumah itu. Uang yang tinggal pas-pasan kamipun juga nekat membuat dapur dan kamar mandi dari anyaman bambu yang dibuat serupa tembok untuk sekedar menutupi aktifitas di dapur dan mandi. Itu saja sudah cukup untuk kami nikmati. Kami setiap malam tak henti untuk mengucap syukur pada Allah atas anugrah yang tak terhingga ini. Semula perasaan sedih berubah menjadi bahagia.Sebagai tanda syukur kami seluruh tetangga kami undang syukuran dengan menbaca yasiin bersama-sama dan makan sekedarnya.

              

Investasi atau Pemborosan? Menghitung Biaya Gaya Hidup Pegawai di Kedai Kopi Kekinian

Siapa di sini yang merasa nggak bisa mikir kalau belum kena iced oatmilk latte pagi-pagi? Atau yang jadwal meeting -nya lebih sering di kaf...